Header Ads

Fakta Menakjubkan Tentang Matahari

erupsi-matahari
Ledakan raksasa di matahari
Matahari merupakan entitas terbesar dari sistem tata surya kita, dan menjadi pusat orbit dari 8 planet yang mengelilinginya. Dan planet-planet tersebut selalu beredar pada tempat orbitnya, dan tak pernah sekalipun lepas dari posisi edarnya masing-masing. Semua bergerak secara teratur karena adanya gaya grafitasi matahari yang sangat besar.

Matahari merupakan bintang yang terdekat dari bumi, yaitu memiliki jarak sekitar 150.000.000 km dari bumi. Usia matahari saat ini diperkirakan telah mencapai 4,6 miliar tahun. Sedangkan matahari sangatlah panas dan mengandung gas yang selalu terbakar. Di permukaannya selalu terjadi ledakan bagaikan jutaan bom atom yang dijatuhkan tiap waktu. Ledakan ini menghasilkan lidah api raksasa yang ukurannya bisa mencapai 40 hingga 50 kali lebih besar dari bumi kita. Dan tentu kandungan gas pada matahari ini akan sampai pada titik penghabisannya.


Panas yang diberikan matahari akan sangat tinggi selama musim panas. Namun, matahari jaraknya ratusan juta kilometer dari bumi, dan hanya 0,2 % dari panasnya yang benar-benar mencapai bumi. Suhu di bumi bisa sangat tinggi, meskipun matahari letaknya begitu jauh, lalu bagaimana dengan suhu matahari itu sendiri?

Menurut penelitian panjang dari para Ilmuwan dunia, diperkirakan temperatur di permukaan matahari berada pada kisaran 6.000 Derajat Celcius, dan suhu pada bagian inti luar matahari 7.000.000 Derajat Celcius, sedangkan pada inti bagian dalam matahari berkisar 15.000.000 Derajat Celcius. Sebagai perbandingan, suhu besi cair adalah 1.535 Derajat Celcius, dan besi akan mendidih pada suhu 3.000 Derajat Celcius.

Allah SWT telah menciptakan jarak yang sempurna antara bumi dan matahari. Apabila jarak matahari terlalu dekat dengan bumi, maka semua yang ada di bumi akan menguap dan terbakar. Planet Merkurius dan Venus adalah dua planet yang jaraknya terdekat dari matahari. Suhu permukaan planet Merkurius bisa mencapai 430 Derajat Celcius, dan suhu permukaan planet Venus mencapai 462 Derajat Celcius. Sedangkan air mendidih hanya pada suhu 100 Derajat Celcius. Begitu juga, apabila jaraknya lebih jauh dari saat ini, maka semua daerah akan tertutupi es. Dengan begitu, tentu saja kehidupan akan mustahil.

Daerah kutub bumi adalah daerah yang mendapatkan panas paling sedikit dari matahari, sehingga secara permanen diselimuti oleh es. Sedangkan daerah ekuator yang mendapatkan lebih banyak panas, selalu panas dan kering. Namun, perbedaan suhu antara kutub dan ekuator inilah yang menyebabkan terciptanya iklim moderat di bumi secara keseluruhan. Dan iklim inilah yang menyokong terwujudnya kehidupan di permukaan bumi. Hal tersebut adalah salah satu tanda dari tidak terhitungnya bukti cinta Allah kepada manusia.

Bagaimanapun juga, Allah menciptakan matahari, bumi dan sistem tata surya dengan sedemikian teraturnya agar kita dapat hidup dengan nyaman. Di ayat lain dalam Al-Qur’an tertera bagaimana matahari dan bulan selalu bergerak sesuai perintah Allah :

“Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya).” (QS An-Nahl : 12)

No comments

Powered by Blogger.